Memandu Arah, Mengukir Makna: Penilaian Kinerja Kepala SMAN 7 Dumai Hadirkan Arsitektur "Pembelajaran Mendalam"
Dumai - Di balik konsolidasi mutu pendidikan Kota Dumai, SMA Negeri 7 Dumai menjadi saksi atas sebuah artikulasi akademik yang visioner. Penilaian Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah yang dilaksanakan satu tahun sekali kini kembali bergulir di periode tahun 2026. Momentum krusial ini menjadi panggung bagi Kepala SMAN 7 Dumai, Ibu Sukini, M.Pd, untuk membedah esensi dari 'Memandu Perencanaan Pembelajaran'. yang berakar pada filosofi Pembelajaran Mendalam.
Berawal dari Rapor, Menuju Lompatan Kualitas
Langkah strategis ini lahir dari sebuah kesadaran membaca data. Berdasarkan hasil evaluasi Rapor Pendidikan SMAN 7 Dumai, indikator kemampuan literasi dan numerasi siswa saat ini berada pada kategori sedang. Tantangan nyata pun membentang: mulai dari perlunya menggeser pola pikir guru agar tidak lagi berpusat pada diri sendiri melainkan berpusat pada siswa (student-centered), adaptasi kurikulum baru, hingga optimalisasi sarana prasarana sekolah.
"Menata kembali ruang kelas melalui pengelolaan yang efektif akan mewujudkan suasana belajar yang aktif, bermakna, dan menyenangkan," ungkap Ibu Sukini dalam paparannya.
Arsitektur "Rumus 8-3-3-4" Pembelajaran Mendalam
Di hadapan para tim penilai, Ibu Sukini mengupas tuntas sebuah kompas baru yang adaptif: Rumus Pembelajaran Mendalam 8-3-3-4. Formula ini dirancang secara akademis untuk menyentuh seluruh aspek tumbuh kembang peserta didik:
8 Dimensi Profil Lulusan: Menanamkan keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, hingga kemampuan komunikasi.
3 Prinsip Pembelajaran Mendalam: Mengajak guru menenun pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.
3 Pengalaman Belajar Mendalam: Memastikan siswa tidak sekadar menghafal, melainkan melampaui fase Memahami, Mengaplikasikan, hingga Merefleksikan ilmu.
4 Kerangka Pembelajaran Mendalam: Ditopang kokoh oleh Praktik Pedagogik, Lingkungan Pembelajaran, Pemanfaatan Digital, dan Kemitraan Pembelajaran.
Langkah ini diselaraskan dengan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Nomor 046/H/KR/2025 mengenai Capaian Pembelajaran (CP) terbaru. Dalam penerapannya, tujuan pembelajaran dituntut harus memenuhi kaidah SMART (Spesifik, Terukur, Relevan, dan Realistis) agar setiap target yang dicanangkan tidak mengawang-awang di atas kertas, melainkan membumi dan dapat digapai.
Aksi Nyata di Ruang Kelas: Menghidupkan Teknologi dan Kolaborasi
Komitmen SMAN 7 Dumai bukan sekadar untaian teori. Di bawah kepemimpinan Ibu Sukini, modernisasi pendidikan digerakkan secara berkesinambungan. Sekolah memaksimalkan berbagai fasilitas secara berkala, mulai dari ruang kelas yang interaktif, perpustakaan sebagai jantung literasi, hingga pemanfaatan teknologi mutakhir berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau Layar Datar Interaktif untuk pembelajaran berbasis IT.
Guru-guru dituntun untuk bergerak bersama melalui Komunitas Belajar (Kombel) dan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Melalui observasi berkala, para pendidik diajak melakukan refleksi diri yang jujur, mengenali tantangan internal, dan menyerap pengetahuan baru demi memandu penyusunan Modul Ajar/RPP yang inovatif serta kontekstual. Sistem evaluasi pun ditata seimbang, memadukan asesmen formatif, sumatif, hingga asesmen autentik seperti projek dan portofolio guna menilai penerapan ilmu di dunia nyata.
Melalui penilaian kinerja ini, SMAN 7 Dumai menegaskan kembali khitahnya untuk mewujudkan visi besar: “Terwujudnya generasi yang Beriman, Santun, Berprestasi dan Berpijak pada Budaya Bangsa”. Sebuah ikhtiar mulia untuk mencetak insan yang menguasai teknologi, tajam dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), kaya literasi, namun tetap teduh dalam balutan Karakter Pancasila
Narator : Tim Humas SMA Negeri 7 Dumai
Foto : Nurhalida
Komentar
Jadilah yang pertama berkomentar di sini